Hargai apa yang kamu miliki saat ini. Kebahagiaan tak akan pernah datang kepada mereka yang tak menghargai apa yang telah dimiliki.

Kasus Penyiraman Air Keras, Cermin Buruknya Perhatian Orangtua pada Anak

Diposkan oleh carater66 on

Kasus Penyiraman Air Keras, Cermin Buruknya Perhatian Orangtua pada Anak - Seorang anak layaknya memperoleh perhatian cukup dari orangtuanya. Perhatian ini tak hanya dari sisi fisik, tetapi juga perkembangan emosi. Perhatian yang cukup memungkinkan anak memiliki kualitas kepribadian yang baik. 
 
Namun sebaliknya, ketidakseimbangan perhatian fisik dan emosi dapat menyebabkan anak tidak memiliki kepribadian yang baik. Hal ini misalnya tecermin dari kasus penyiraman air keras yang terjadi di angkutan umum beberapa waktu lalu.

Tompel alias RN (18), pelaku penyiraman, mengaku melakukan hal tersebut atas motif dendam. Pelaku mengaku pernah mendapat perlakuan serupa dari siswa sekolah lain, dan memperoleh cairan kimia tersebut dari salah seorang temannya.

"Setidaknya ada 4 hal yang mendukung terlaksananya tindak penyiraman menggunakan air keras. Yang pertama adalah kualitas kepribadian, lalu adanya riwayat kejadian serupa sebelumnya. Hal ini didukung tidak adanya intervensi lingkungan pada pelaku dan tersedianya kesempatan untuk melakukan perbuatan ini," ujar psikolog Kassandra Putranto yang dihubungi pada Rabu (10/9/2013).

Kualitas kepribadian anak, kata Kassandra, bergantung pada pengasuhan dan perhatian yang diterima dari lingkungan, terutama orangtua. Dengan pengasuhan dan perhatian yang baik, anak akan memikirkan terlebih dulu akibat dari tindakan yang dilakukannya terhadap orang lain. Bila merugikan, maka tindakan tersebut akan urung dilakukannya.

Perhatian dan pengasuhan yang baik juga memungkinkan anak terbuka pada masalah apa pun yang dialami. Perhatian yang cukup bahkan memungkinkan orangtua mengetahui masalah anak sebelum mereka mengatakannya. Selanjutnya, anak dan orangtua bisa melakukan intervensi untuk mengatasi hal tersebut. Hal ini menghindarkan anak memiliki sifat pendendam.

Dalam kasus penyiraman air keras, Kassandra menyoroti minimnya perhatian yang mungkin diterima pelaku. "Mungkin pelaku sudah memperlihatkan tanda adanya kejadian tidak enak yang tengah dialami. Tapi karena minim perhatian, dia jadi menyimpan semuanya sendiri tanpa ada intervensi," katanya.

Hal ini didukung karakter pelaku yang mungkin pendiam, dan lingkungan yang menyediakan jalan keluar berbau kriminal.  

Belajar dari kasus ini, Kassandra mengatakan, sudah saatnya para orangtua lebih bertanggung jawab pada buah hatiya. Salah satu bentuk tanggung jawab tersebut adalah memberi perhatian yang tak hanya fisik, tetapi juga emosi. Perhatian yang cukup akan menentukan kualitas kepribadian anak.

"Kepribadian anak yang buruk berasal dari orangtua dengan kualitas tak jauh berbeda. Berikan perhatian yang cukup dan bentuklah kepribadian anak sebaik mungkin," kata Kassandra.


sumber: http://health.kompas.com/
More aboutKasus Penyiraman Air Keras, Cermin Buruknya Perhatian Orangtua pada Anak

5 Tanda Mengandung Bayi Laki-laki

Diposkan oleh carater66 on

5 Tanda Mengandung Bayi Laki-laki - Bagi orang Indonesia, ada kebanggaan tersendiri saat memiliki anak laki-laki, bahkan di beberapa budaya tertentu, memiliki anak laki-laki menjadi kewajiban bagi pasangan suami-istri.
Untuk mengetahui jenis kelamin jabang bayi, ayah dan bunda yang modern tentu memilih menggunakan teknologi ultrasonografi (USG), yang seiring dengan waktu  terus melesat pesat. Bahkan dengan fitur 3 D, para bunda yang tengah mengandung bukan hanya dapat mengetahui jenis kelamin si jabang bayi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Melainkan juga bisa melihat anatomi dan gerakan bayi di dalam perut.

Namun, bagi para orangtua zaman dahulu, untuk mengetahui jenis kelamin bayi, mereka tidak memerlukan teknologi mutakhir, tetapi memprediksi dari gejala yang dialami oleh sang calon bunda.

Berikut beberapa lima tanda janin yang ada di dalam perut Anda adalah laki-laki:

1. Bentuk perut terlihat bulat sempurna seperti bola basket.
2. Posisi perut lebih condong ke arah bawah.
3. Daerah areola (daerah hitam sekitar puting susu).
4. Detak jantung bayi kurang dari 140 detik per menit.
5. Jika menggantungkan cincin kawin di atas perut, maka cincin tersebut akan bergerak memutar. 
Sekian artikel tentang  5 Tanda Mengandung Bayi Laki-laki.

sumber: http://female.kompas.com/read/2013/10/07/1918356/5.Tanda.Mengandung.Bayi.Laki-laki
More about5 Tanda Mengandung Bayi Laki-laki

Bisakah Langsing dengan Latihan Beban?

Diposkan oleh carater66 on


Bisakah Langsing dengan Latihan Beban? Latihan beban merupakan jenis latihan yang bertujuan untuk membentuk otot. Namun jika tujuannya untuk mengurangi berat badan, apakah jenis latihan ini akan efektif?

Pakar fisiologi dr Grace Judio-Kahl mengatakan, latihan beban sebenarnya dapat digunakan untuk mencapai tujuan mengurangi berat badan. Prinsipnya, semakin banyak massa otot dalam tubuh seseorang, semakin tinggi kalori yang dapat dibakar oleh tubuh. Ini berarti semakin sedikit kemungkinan kalori yang diasup bakal disimpan dalam bentuk lemak.

Manusia, jelas Grace, memiliki laju metabolisme basal (BMR), yaitu energi yang dibutuhkan untuk melakukan mempertahankan kehidupan, seperti  bernapas, denyut jantung, sistem pencernaan, kerja otak, dan lain-lain. Semakin tinggi massa otot, maka semakin besar BMR yang dimiliki oleh manusia.

Artinya, saat tidak berkegiatan, orang yang memiliki BMR lebih tinggi dapat membakar kalori lebih banyak daripada yang BMR-nya lebih rendah. Maka menurut Grace, latihan beban yang menambah massa otot tersebut efektif dalam menurunkan berat badan.

"Makanya, metode diet seperti Obsessive Corbuzier Diet (OCD) hanya menganjurkan latihan beban saja, tujuannya untuk meningkatkan BMR," jelas Grace saat dihubungi Kompas Health beberapa waktu lalu.

Kendati demikian, supaya lebih efisien, latihan beban juga perlu diimbangi dengan pengurangan jumlah kalori yang diasup. Peningkatan kalori yang dibakar tidak akan berarti dalam mengurangi berat badan saat kalori yang dimasukan tidak dikurangi atau bahkan bertambah banyak.

"Mengatur pola makan dengan berdiet itu penting dalam menurunkan berat badan. Faktanya dengan berdiet berat badan lebih cepat turun," ungkap dokter pemilik Klinik lightHOUSE ini.

Sementara itu, menurut Grace, latihan kardio juga sebaiknya tidak ditinggalkan. Ini karena latihan kardio penting untuk menyehatkan sistem sirkulasi, membuat oksigen lebih mudah masuk ke dalam tubuh, hingga membantu mengurangi massa lemak tubuh.

Serta, untuk membakar kalori lebih banyak, seseorang juga perlu meningkatkan jumlah aktivitas fisik sehari-hari, seperti banyak berjalan, mengurangi duduk, dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan fisik lainnya.

 
Sekian artikel tentang  Bisakah Langsing dengan Latihan Beban? semoga bermanfaat...:)
More aboutBisakah Langsing dengan Latihan Beban?

Blog List